THIS IS AN AMAZING
TRIP, EKSTRIM WAY TO GET A BEAUTIFULL WATERFALL
Im back with a new story, seperti
biasa kali ini LONG TRIP lagi. Perjalan menuju
air terjun antah berantah bersama Nindi, Dita, iIaq n Aan lagi ditambah Gaung,
Gilang, Erwin, Husein dan Jumaji.
Benar juga kata orang, kadang sesuatu yang tidak direncanakan itu memang bisa terealisasi, sama seperti perjalanan
kali ini, tanpa perencanaan dan terealisasi. Sabtu pagi Nindi di BBM Aan ngajakin kami untuk ke
Air terjun di Kabupaten Lombok Utara yang belum terjamah banyak orang, selanjutnya deal Hari minggu kami siap untuk pergi go, go, gooooo
!!!!!!!!!!!!!!.
Minggu, 1 Februari 2015.
Bukan orang Indonesia kalo gak
ngaret, janjinya kumpul di rumah Nindi pukul 08.00 pagi , malah jadi ngaret 2
jam, jadilah kami berangkat pukul 10.00 pagi.
Perjalanan menuju Lombok Utara lancar, tapi kami
beberapa kali harus bertanya dulu dimana Desa Gumantar ini. Sekitar pukul 12.30 setelah
nyasar-nyasar akhirnya kami sampai di Desa Gumantar. Di Desa Gumantar ini kami sudah
ditunggu oleh temannya Erwin, namanya Jumaji penduduk asli Desa ini. Desa Gumantar
ini ternyata merupakan Desa “WETU TELU”, Desa yang masih sangat alami,
tanpa listrik, sinyalpun seadanya, Luar biasa ya, ternyata masih ada Desa yang
belum terjamah listrik sama sekali.
Pukul 1 siang, Setelah Istirahat
Makan dan Sholat, kami segera beranjak menuju air Terjun yang ternyata bernama
“TIU UMBAK” ini. Kata Jumaji perjalanan ini bisa menghabiskan waktu 3 jam, mari kita lihat semoga
saja benar.
Awalnya kami menggunakan mobil. Perkiraan
Jumaji, untuk 500 Meter pertama jalan dapat dilewati dengan menggunakan Mobil. Namun
ternyata tidak seperti yang diharapkan, jalannya mungkin hanya cocok digunakan
oleh Mobil maupun Motor sport, atau bahkan lebih baik jalan kaki,dan akhirnya mau tidak mau kami harus
berjalan kaki.
Awalnya perjalanan masih landai,
tanjakan belum curam, kami hanya melewati perkebunan dan sawah-sawah milik warga. Sekitar satu jam kami masih bisa menikmati perjalanan yang "KELIHATANNYA AMAN" ini. Satu jam berikutnya kami mulai memasuki HUTAN. Seperti jalan menuju
mangku sakti dan Tiu Kelep jalannya masih bisa dianggap normal, namun semakin lama jalannya semakin curam, dan
ternyata kami sudah berada di LERENG JURANG!!!! OH GOD !!. Jalan yang menurun
dan licin ini benar-benar bisa memacu Adrenalin. Disebelah kiri kami bisa melihat Jurang
yang terjang, NGERI memang! tapi perjalanan harus tetap dilanjutkan, ternyata ini
alasan Jumaji membawa Tali tambang. Ternyata tali tambang ini sebagai pegangan kami saat
menuruni dan menaiki jalan menuju TIU UMBAK ini. LUAR BIASA memang!! Pantas
saja Air Terjun ini belum pernah dikunjungi wisatawan, ternyata JALANNYA
TERLALU EKSTRIM !!!.
Perjalanan mencari air terjun Tiu Umbak ini benar-benar menguras tenaga, energi dan hampir menguras air mata juga. Perjalanan sudah satu jam, semakin lama semakin jauh, kami tidak sadar kalau ternyata sudah berada di tepi jurang, bayangkan sudah hampir pukul 3 sore kami belum juga menemukan air terjun ini. suara airpun belum terdengar sama sekali. Sepanjang perjalanan kami hanya bisa nekat dengan modal bismillah, jatuh, kepleset, ulat, lintah bahkan katanya lubang ular juga kami lewati. Jalan yang menurun dan licin serta lembab membuat kami ekstra hati-hati, beruntung ada tali tambang yang dibawa oleh Jumaji, sepatu maupun sendal yang kami gunakan terlalu licin untuk dipakai, terpaksa sepatu maupun sendal tersebut kami lepas dan gantung di pepohonan yang ada.
Akhirnya sekitar pukul setengah 6 sore kami sampai di air terjun Tiu Umbak ini. Setelah melewati jalan yang luar biasa ekstrimnya benar-benar terbayarkan dengan pemandangan indah Air Terjun ini, Masyaallah Indahnya. Setelah Puas berenang dan mengabadikan keindahan Tiu Umbak ini kami memutuskan untuk segera kembali, karena takut kemalaman. Pukul 6 kami sudah kembali untuk naik keatas, perjalanan pulang mungkin lebih menegangkan dan melelahkan dari perjalanan turun. Mendaki dengan keadaan yang agak gelap dan licin, semua jenis hewan yang ada di dalam hutan sudah saling bersahutan, berebut oksigen, benar- benar dengan sisa tenaga yang ada ini kami harus mendaki dan menerobos hutan. Sambil meraba-raba jalan, berpegangan pada akar-akar pohon yang ada, sudah tidak ada lagi kata takut, antara berani dan pasrah dengan nasib kami, entah dengan modal bismillah dan saling bantu ini akhirnya kami sampai juga di jalanan datar keluar Hutan dan menuju Desa Gumantar.
Beberapa Insiden Lucu dan menegangkan terjadi, tragedi hampir mati tenggelam, kepleset, kentut, dll (dan sepertinya tidak perju dijabarkan pada cerita ini cukup kami ingat di memori kami saja.
Perjalanan Ke Tiu Umbak ini merupakan perjalanan paling EKSTRIM yang pernah kami lakukan. Terimakasih kepada Jumaji karena sudah rela menjadi Tour Guide kami. Untuk Aan, Gaung, Gilang, Erwin dan Husein sebagai saudara baru selama EKSTRIM TRIP ini.
![]() |
| Jalan turun ke air terjun yang licin |
Perjalanan mencari air terjun Tiu Umbak ini benar-benar menguras tenaga, energi dan hampir menguras air mata juga. Perjalanan sudah satu jam, semakin lama semakin jauh, kami tidak sadar kalau ternyata sudah berada di tepi jurang, bayangkan sudah hampir pukul 3 sore kami belum juga menemukan air terjun ini. suara airpun belum terdengar sama sekali. Sepanjang perjalanan kami hanya bisa nekat dengan modal bismillah, jatuh, kepleset, ulat, lintah bahkan katanya lubang ular juga kami lewati. Jalan yang menurun dan licin serta lembab membuat kami ekstra hati-hati, beruntung ada tali tambang yang dibawa oleh Jumaji, sepatu maupun sendal yang kami gunakan terlalu licin untuk dipakai, terpaksa sepatu maupun sendal tersebut kami lepas dan gantung di pepohonan yang ada.
Akhirnya sekitar pukul setengah 6 sore kami sampai di air terjun Tiu Umbak ini. Setelah melewati jalan yang luar biasa ekstrimnya benar-benar terbayarkan dengan pemandangan indah Air Terjun ini, Masyaallah Indahnya. Setelah Puas berenang dan mengabadikan keindahan Tiu Umbak ini kami memutuskan untuk segera kembali, karena takut kemalaman. Pukul 6 kami sudah kembali untuk naik keatas, perjalanan pulang mungkin lebih menegangkan dan melelahkan dari perjalanan turun. Mendaki dengan keadaan yang agak gelap dan licin, semua jenis hewan yang ada di dalam hutan sudah saling bersahutan, berebut oksigen, benar- benar dengan sisa tenaga yang ada ini kami harus mendaki dan menerobos hutan. Sambil meraba-raba jalan, berpegangan pada akar-akar pohon yang ada, sudah tidak ada lagi kata takut, antara berani dan pasrah dengan nasib kami, entah dengan modal bismillah dan saling bantu ini akhirnya kami sampai juga di jalanan datar keluar Hutan dan menuju Desa Gumantar.
Alhamdulillah, hutan kami lewati dengan selamat sehat wal'afiat. Setelah keluar hutan kami masih harus melanjutkan perjalanan lagi melewati perkebunan warga, tanpa jeda agar cepat sampai Desa Gumantar. Sampai di desa Gumantar pukul setengah 9 malam kami langsung berpamitan untuk pulang ke Mataram.
Beberapa Insiden Lucu dan menegangkan terjadi, tragedi hampir mati tenggelam, kepleset, kentut, dll (dan sepertinya tidak perju dijabarkan pada cerita ini cukup kami ingat di memori kami saja.
Perjalanan Ke Tiu Umbak ini merupakan perjalanan paling EKSTRIM yang pernah kami lakukan. Terimakasih kepada Jumaji karena sudah rela menjadi Tour Guide kami. Untuk Aan, Gaung, Gilang, Erwin dan Husein sebagai saudara baru selama EKSTRIM TRIP ini.
Next TRIP ????
Kenawa, I’m Comiiiing


No comments:
Post a Comment