RINJANI, SATU LANGKAH MENUJU LANGIT !!!!
Cerita kali ini bukan mengenai
perjalanan nonton konser maupun cerita tentang kpop lainnya, cerita kali ini mengenai
perjalan penuh perjuangan mendaki GUNUNG RINJANI…
Kita tau, Gunung Rinjani
merupakan Gunung tertinggi kedua di Indonesia, kata orang, "Belum orang LOMBOK
namanya kalau belum mendaki Gunung RINJANI". Sebenarnya keinginan mendaki
Rinjani ini sudah lama ada, apalagi sepupu-sepupu dan keluarga banyak yang
sudah mendaki Rinjani.
Rencana untuk naik Rinjani bareng
temen-temen Kontingen NTB ini memang sudah lama ada, tapi baru tercetus kembali
setelah kami Wisuda dan pengukuhan, tepatnya di BBM Grup NTB XXI, waktu itu Kak
Billy, Windy, Kak Heru yang paling semangat buat ngajakin naik Rinjani. Fix
dipilihlah tanggal 1 Agustus sebagai hari H, tanpa Perencanaan panjang akhirnya
Aku, Kak Billy, Kak Wahyu, Kak Jaya, Dody (adik Kak Jaya), Cindy (pacar Kak
Billy), Dadet, Yogi, Gambot, Murda (sepupu-sepupuku), Om tipul, miq maryan dan
miq sebagai Porter. Beruntungnya ada Miq Ayot yang Punya Perlengkapan Naik
Gunung Lengkap (Tenda, Kompor, Sleeping Bag, dll) dan 3 orang Paman yang sudah
biasa menjadi Porter.
1 Agustus 2014…..
Bismillahirahmanirrahim…
Kami berangkat dari Bayan Jam 06.00 Pagi, Sampai
di Sembalun jam 07.00, rencananya kami memang naik melalui sembalun dan turun
melalui Senaru. Perjalanan
awal cukup ringan karena jalan yang landai, sepanjang jalan terlihat bukit-bukit
yang didominasi ilalang. Pohon sangat jarang sehingga membebaskan mata
memandang kesegala arah, sama seperti jalan-jalan yang pernah kami lalui ketika
jalan juang di kampus.
![]() |
| Jalan awal, masih mendatar |
Setelah beberapa lama sudah mulai Jalanan tanjakan,
tanjakan berbatu, disana sudah agak sedikit melemah. Mendaki lewat sembalun
memang kata orang lebih melelahkan, mungkin karena hawa dari sembalun lebih
panas. Selama perjalanan gak berenti-berentinya kami bertanya Kapan sampainya.
Sekitar
jam 09.00 kami tiba di pos 1, pos 1 semacam pondok dengan atap seng.
Hampir Setengah jam kami istirahat di pos 1. Kami melanjutkan perjalanan masih
dengan semangat membara. Sampai di Pos 2 kami beristirahat sambil makan makanan
kecil sebagai pengganti makan siang, lalu berjalan kembali sekitar jam 11.00, matahari sangat menyengat. Selanjutnya Pos 3, di Pos 3 ini kami berhenti
untuk makan Siang, disini kami benar-benar lapar Om Tiful dkk, membuatkan kami
Mie Instant untuk dimakan. Setelah dari Pos 3 Jalan mulai menanjak sehingga
keringat bercucuran ditubuh kami. Jalan yang disebut dengan “Bukit Penyesalan”
ini benar-benar menajak. Kami harus mendaki beberapa bukit dengan kemiringan
sekitar 50-70 derajat, banyaknya bukit yang harus dilewati dan tanjakan yang
panjang, punggungan demi punggungan semakin lama semakin menanjak dan terasa
seperti tidak ada habisnya. Gunung mulai ditumbuhi beberapa pohon yang
didominasi pohon pinus tapi ilalang masih menjadi tumbuhan utama. Di sepanjang
jalan kami banyak bertemu turis asing maupun turis Domestik dan porter yang
membawakan barang-barang mereka. Porter-porter membawa barang-barang dengan 2
buah keranjang dari rotan yang digabungkan dengan sebuah bambu, lalu kemudian
dipikul dibahu. Kita bisa melihat barang-barang berupa sleeping bag (yang
ukurannya relatif besar jika dibandingkan dengan ukuran sleeping bag saat ini),
tenda, dan makanan,dsb.
Benar
kata orang, Perjalanan mendaki gunung merupakan ajang mencari teman, baik orang
asing maupun domestic semua membaur
menjadi satu, saling menyemangati dan saling tolong. Seperti sebelumnya,
semakin menanjak , semakin sering kami bertanya “KAPAN SAMPAINYA”. Satu
hal lagi yang harus diingat ketika mendaki Gunung, jangan Percaya dengan Kata
Orang yang mengatakan “SEBENTAR LAGI SAMPAI, SEDIKIT LAGI”.
Sekitar pukul 17.30 kami sampai di Plawangan Sembalun, sebuah plank nama berdiri
memberitahukan kami sudah sampai. Alhamdulillah akhirnya setelah mendaki Bukit
Putus asa dan Bukit Penyesalan kami sampai juga di Plawangan Sembalun, Porter
Kami Om tiful dkk, sudah sampai sebelum kami dan tendapun sudah siap kami
gunakan. Tenda didirikan ditengah apitan dinding tanah yang menghalangi kami
dari angin. Malam itu kami disuguhi mie rebus dengan campuran telur, nikmatnya
makan malam setelah perjalanan panjang dengan pemandangan Rinjani yang Subhanallah Luar Biasa Indahnya. Hal yang Paling
berkesan tentunya adalah Sholat di atas Gunung, Di bawah taburan bintang, rasanya semakin dekat dengan Allah SWT. Tuhan Semesta Alam Pencipta Alam
yang Indah ini, Subhanallah.
Om
tiful bilang malam in kami harus tidur cepat, agar tenaga kami cukup untuk
mendaki puncak besok, rencananya kami akan mendaki pukul 02.00 Dini hari.
Menjelang tidur kami mempersiapkan bawaan untuk bekal diperjalanan menuju
puncak esok paginya seperti jacket, sarung tangan,kaos kaki,senter kepala,
kamera, air minum dan makanan kecil.
Menuju
Puncak (2 Agustus 2014)
Pukul
01.30, Aku dan Cindy dibangunkan. Udara benar-benar dingin, entah
berapa suhunya, kami menggigil ketika keluar tenda. Sebelum kami mendaki puncak
Kami melihat kelengkapan lagi, tidak lupa kami berdoa, Pendakian Puncak Rinjani
di Komandoi oleh Yogi sepupuku yang sebelumnya memang pernah mendaki, Om tiful
dkk menjaga tenda, dia Cuma berpesan, jangan sampai berpencar. Pukul 02.00,
dengan headlamp dikepala dan jacket membungkus tubuh, kami mulai berjalan.
Pertama-tama kami menaiki satu punggungan bukit yang berdebu dan berkerikil. Kemudian
bukit-bukit lainnya menunggu didepan. Benar-benar penuh perjuangan, awalnya
kami masih lengkap dan beriringan, namun lama kelamaan, kami berpencar,
Untungnya Adik-adikku selalu ada menemani, mereka menjadi tukang tarik untukku
selama mendaki. Semakin lama tanjakan semakin terjal dan berpasir. Aku Dadet, Yogi, Murda dan Gambot berhenti
dulu untuk menunggu yang lain (Kak jaya, Kak Billy,Kak Wahyu Cindy dan Dody),
ternyata kata kak Jaya, Kak Billy dan Cindy masih jauh, mungkin mereka kembali
ke tenda, sepertinya keadaaan Cindy tidak baik, maagnya kambuh. Kemudian Kami
melanjutkan perjalanan lagi, semakin tinggi, suhunya semakin dingin titik-titik
cahaya senter terlihat didepan dan dibelakang.
Saat matahari mulai muncul dan
perasaan sabar mulai diuji oleh tanjakan berpasir yang sangat panjang. YA ALLAH, ini benar-benar tanjakan yang luar
biasa panjangnya, rasanya ingin menyerah, apalagi dengan tanjakan pasir yang apabila kita melangkah sedikit
terpeleset. pemandangan danau Segara
Anak mulai terlihat disebelah kanan. Cukup menghibur dan membuat mata ingin
selalu memandang. Disebelah kiri terlihat Desa Sembalun, dan bukit-bukit yang
telah kami lalui dihari pertama. Pemandangan yang paling tidak enak adalah
melihat kedepan.
![]() |
| Jalan menuju puncak yg berbatu |
Aku
melihat Dadet,Gambot dan Murda beberapa ratus meter didepanku, meski jauh namun
terlihat jelas karena tidak ada yang menghalangi pandangan, hal itu membuat
perasaan capek bertambah. Penghargaan Terbesar memang harus diberikan kepada
Yogi dia yang menarikku menggunakan Sapuq (Kain ikat Kepala) benar-benar
perjuangan. Ditengah langkah yang terseok-seok, Aku berkali-kali berhenti,
memandang tak percaya pada jalan panjang yang masih ada didepan mata. Angin
yang kencang menemani suara kaki ku yang bergesekan dengan pasir dan kerikil,
“Ya Allah, Masih Jauh yaa”.
Sekitar Pukul 09.00 Aku tiba dipuncak dan disambut Adik-adikku yang telah dulu sampai
(tenaga mereka Luar biasa memang). Sampai di puncak kami harus bersabar dulu
menunggu antrian, karena masih banyak yang antri untuk berfoto di Puncak
Rinjani. Sambil menunggu kedatangan Kak Jaya, Kak Wahyu dan Dodi kami sempatkan
diri untuk tidur beberapa menit di sisi-sisi puncak. Selang beberapa menit kami
mendapatkan giliran untuk berfoto. Kamipun berfoto mengabadikan saat-saat
dipuncak.
![]() |
| Puncak Rinjani with My Brother |
Sudah
puas berfoto kamipun siap untuk turun, Yogi mengatakan mungkin kakak-kakak itu
kembali ke tenda. Tapi beberapa langkah turun ada yang melambaikan tangan dari
kejauhan, mungkin sekitar 5 Meter, ternyata itu adalah Kak Wahyu. Kamipun
Menunggu Kak Wahyu dan naik kembali ke puncak untuk menemani kak Wahyu berfoto
menggunakan PDUB, demi pacar tercinta katanya. Sepuluh jempol aku berikan untuk
Kak Wahyu, Semangat dan tekad dia untuk berfoto dengan menggunakan PDUB demi
Pacar tercintanya memang Luar biasa, awalnya dia yang paling terakhir sekarang
malah dia satu-satunya Kakak yang berhasil mencapai puncak.
Kak
Jaya dan Dodi sudah hampir sampai seperempat jalan namun, karena suhu yang
benar-benar dingin dan mereka juga yang tidak menggunakan sepatu, terpaksa
berbalik arah dan kembali ke tenda, Namun perjuangan mereka juga Luar biasa,
Kak Jaya dan Dodi sempat mengabadikan berfoto dengan membawa tulisan nama
pasangan mereka masing-masing. Perjalanan
turun tak semudah yang dibayangkan, NGERI, jalan yang berpasir tadi membuat Aku
beberapa kali terpeleset, beruntung ada adik-adik yang menjagaku,
benar-benar mengerikan (menurutku).
Sekitar
jam 12 kami tiba di Plawangan Sembalun kembali, kami disuguhi Mie Rebus sayur
ala om tiful, semuanya habis dengan sekejap, benar-benar lapar, setelah istirahat beberapa
waktu kami memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan ke Danau Segara
Anak, rencananya malam ini kami akan menginap di Danau Segara Anak.
Pukul
14.00 kami mulai berjalan menuju danau. Jalanan sangat curam. Kami harus
berjalan ekstra hati-hati karena jurang disebelah kiri jalan. Menurut porter,
tiang-tiang yang ada disepanjang jalan sebelumnya dipasangi besi untuk pegangan
bagi para pendaki. Namun tampaknya ada yang melepaskan besi-besi tersebut dari
tiang-tiang beton dan membawanya entah kemana. Setelah menuruni punggungan
bukit yang curam sekitar 2,5 jam, kami tiba disebuah lembah yang indah dan
landai. Tak lama kemudian kami melihat danau dikejauhan.
Sekitar pukul 17.30 kami tiba di danau. Tenda sudah didirikan porter ditepi danau. Segera
kami masuk tenda dan berganti pakaian. Keadaan Danau benar-benar Ramai, ini
sudah tidak seperti di Gunung, amat sangat Ramai, Malah malamnya ada yang
menyalakan kembang api, Luar biasa indahnya, kembang api di Danau Segara Anak.
Turun Melalui Jalur Senaru (3 Agustus
2014)
Hari
ini kami akan turun menuju Desa Senaru. Bukit yang harus kami lalui sangat
terjal hingga menciutkan hati. Porter mengatakan, lereng itu biasanya dilalui 3
jam, setelah itu jalannya akan menurun. Kami sarapan dengan mie rebus dan telur
lagi, ditambah dengan segelas teh. Pukul 09.00 kami meninggalkan danau melipir kearah
kiri, kemudian menaiki bukit kearah Plawangan Senaru. Jalur sangat terjal
mencapai 90 derajat, pohon-pohon didominasi pinus. Kami memanjat beberapa
punggungan yang hanya memberikan sedikit tanah atau batu untuk dipijak. Jurang
yang sangat dalam menganga disebelah kiri membuat kami berjalan hati-hati.
Perjalanan Pulang ini juga sama seperti ketika mendaki, banyak orang lalu
lalang, ada yang turun dan ada yang baru ingin menuju Danau. Beberapa kali Aku
terkecoh, mengira bukit yang kudaki adalah tanjakan terakhir, namun kemudian
mendapati masih ada tanjakan lainnya didepan. Sekali lagi jangan percaya dengan
ucapan orang di gunung yang mengatakan “SEDIKIT LAGI, SEBENTAR LAGI SAMPAI”.
Pemandangan
terindah Segara Anak terlihat ketika kami memandang kebelakang, semua bagian
danau terlihat jelas, berbeda jika kita memandang danau dari puncak, karena
dari sini, danau terlihat lebih dekat. Sekitar jam 12 kurang kami tiba di
Plawangan Senaru, lalu beristirahat sambil melonggarkan betis yang sejak pagi
dipaksa bekerja keras. Disini Aku dan Kak Wahyu benar-benar berjanji kalau ini
yang Pertama dan mungkin yang terakhir kalinya, Selalu saja Aku dan kak Wahyu
yang jadi orang belakang. Kabut menemani langkah kami meninggalkan
tempat itu. Pandangan hanya berjarak sekitar 15 meter hingga menghalangi mata
melihat medan sekitar. Setelah berjalan sekitar 1 jam kami tiba di Pos 3. Kami
makan siang disitu, porter kembali menawarkan mie instant lagi, tapi kami belum
lapar, kamipun melanjutkan perjalanan ke pos 2. Sesampainya di pos 2 kami tidak ingin
terlalu berlama-lama namun keadaan tidak bisa dibohongi, semua sudah lapar kemudian
om tiful dkk memasakkan kami mie instant lagi, nikmatnya Alhamdulillah, satu
lagi ENERGEN, energen benar-benar bisa menambah energy saudara-saudara. Kami
bertekad kalau hari itu sudah harus sampai rumah, tidak perlu menginap di
plawangan maupun pos-pos lainnya. Perjalanan dari Pos 2 benar-benar luar biasa,
Bayangkan tadi Aku yang paling belakang (didepan kak Wahyu) sekarang jadi aku yang paling depan, bukan dengan
berjalan tapi berlari (berkat energen sepertinya).
Perjalanan
turun dari pos 2 benar-benar luar biasa, kami lari seperti tidak ada beban,
semangat untuk cepat sampai rumah dan tidur di tempat tidur mungkin ya. Pos
Extra, Pos satu kami lewati dengan berlari, Sekali lagi LUAR BIASA. Tak terasa
3 jam berlalu dan kami sampai di Gerbang Rinjani Pukul 18.00 (tepat seperti
perkiraan).
Sampai
di Desa Senaru kami beristirahat dulu di rumah Mik Ayot, benar-benar tenaga
sudah 0%, rasanya ingin segera mandi dan tidur, tapi Mik Ayot menyarankan kami
untuk tidak mandi dulu kata beliau tidak baik, nanti tubuh bisa kanget karena
perubahan suhu. Kamipun beristirahat dan makan sejenak. Kami kembali ke rumah
di Bayan, disana semua langsung membersihkan diri dan beristirahat. Paginya
setelah sarapan kak Jaya, Kak Billy, Kak Wahyu, Cindy dan Dody pamitan pulang.
Perjalan berakhir dengan penuh cerita menarik.
Perjalanan
Mendaki Gunung Rinjani ini merupakan pengalaman yang LUAR BIASA, pendakian
pertamaku. Walaupun saat pendidikan dulu aku sering jalan juang, keluar masuk
hutan, mendaki bukit, berendam di sungai sampai masuk Got tapi ini AMAZING.
Alhamdulillah,
Impianku tercapai juga, setelah LULUS bisa mendaki Puncak Rinjani, menyenangkan dan Seru. Tak lupa Pula Ucapan Terima Kasih Kepada Om Tiful, Mik Maryan dan Mik Durian sebagai Porter dan Adik-adik penyelamatku tukang geret, Tanpa kalian wanita ini
gak akan sampai Puncak Rinjani (Tenang, Traktiran Gaji Pertama) haha. Teman
Seperjuangan juga, Kak Taya dan Dodi, Kak Billy dan Cindy walaupun gak sampai
puncak tahun depan pasti sampai Kak !!. Kak Wahyu, Daebak! Luar Biasa, Demi
Cinta, Demi Yayas ya Kak, PDUB di Puncak Rinjani, KEREN!! 3.726 Mdpl, SATU LANGKAH MENUJU LANGIT !!!!!.
![]() |
| Finally 3.726 Mdpl |
Turun Gunung menjadi
awal perjalanan hidup,
Dunia Kerja,
Tanggal 8 Agustus 2014,
Kami Kontingen NTB Angkatan XXI Sudah Mulai Bekerja (Orientasi) di BKD…
Selamat Bertugas
Saudara-Saudaraku NTB XXI….
Nan Jongmal
Saranghaeyooo hyungdeul :D …..
Den2chan








