NTB XXI GOES TO TREASURE GILI
Mission : Find a GoPro
Mungkin perjalanan kali ini bisa dibilang perencanaan yang meleset, kenapa? Karena
awalnya kami merencanakan untuk Rafting, tiba-tiba ada tawaran untuk trip
snorkeling dan keliling Gili di Lombok Timur. Setelah banyak perdebatan dan
ketidakjelasan, akhirnya WE FOUND A NEW WORLD.
| Adventure corps Purna Praja NTB XXI |
Perjalanan dari Mataram ke Lombok
Timur menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam. Dengan modal nekat, menerobos hujan kami pergi menggunakan
sepeda Motor. Penyebrangan menuju Gili Petelu nantinya akan melewati Gili
Rei, Gili Bembeq, Gili Pasir, Gili Kere, Pulau Maringkik dan Pantai Pink untuk mencari spot snorkeling dapat dilakukan melalui Tanjung Luar dengan biaya 500 ribu untuk satu perahu
.
Sepanjang perjalanan kami menikmati pemandangan laut yang luar biasa indahnya, laut biru, pulau-pulau dengan
rumput pohon jagung dan pasir putih. Di tengah perjalanan kami juga melihat
ada tiang-tiang listrik di tengah lautan. Pemandangan yang jarang bisa dilihat, ternyata memang
sengaja ditimbun banyak pasir demi masuknya listrik ke desa Maringkik tersebut.
Tujuan pertama kami adalah Snorkling
di tengah laut dekat Pulau Maringkik. Kata Pak Edi Nahkoda perahunya, kalau sore
air laut di dekat pulau maringkik ini akan surut, kita bisa melihat pasir
sebagai jalan penghubung ke pulau Maringkik. Setelah menemukan spot terbaik
untuk snorkling, Pak Edi membagikan Pelampung dan alat snorkling untuk kami. Dan
ini adalah awal permulaan kenapa judul cerita kali ini adalah FIND A GOPRO.
Awalnya kami semua asik menikmati
keindahan laut, terumbu karang, ikan-ikan kecil dll, niatnya memang akan
mengabadikan keindahan bawah laut dengan GoPro, namun karena kesalahan teknis GoPro
itu jatuh dan tiba-tiba hilang. Kepanikan dimulai, bukan hanya karena GoPro itu
jatuh sehingga kami tidak bisa mengabadikan keindahan bawah laut, tapi GoPro itu hasil PINJAMAN !!!!. Hampir satu setengah jam kami menghabiskan waktu
hanya untuk mencari GoPro di sekitaran pulau Maringkik. Akhirnya kami menenangan
diri dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Gili petelu, rencananya
kami akan kembali ke sekitaran Pulau Maringkik lagi, saat sore ketika airnya
sudah surut untuk mencari GoPro itu lagi.
Perjalanan menuju Gili Petelu dari pulau Maringkik sekitar 30 menit, dengan hati yang tidak tenang, kepikiran GoPro yang entah jatuhnya dimana. Sesampainya di Gili Petelu, pikiran tentang GoPro hilang
sejenak. Pemandangan yang menyegarkan mata. Laut Gili Petelu ternyata menyimpan
biota-biota laut yang cantik dan menakjubkan. Ada gerombolan karang berwarna
hijau terang, bintang laut besar berwarna biru, ada juga Nemo dan beserta
saudara-saudaranya. Gradasi warna birunya mengagumkan, air laut yang biru. Sekilas
warna pasirnya terlihat seperti warna pink, dilihat dari dekat, banyak butiran-butiran
pasir berwarna pink yang katanya berasal dari pecahan-pecahan karang. Kami
menghabiskan waktu untuk berfoto dan makan siang. Seperti biasa, dengan modal nasi
bungkus saja, kita bisa merasakan bagaimana nikmatnya makan ditengah laut.
| Gili Petelu |
Setelah menghabiskan waktu di Gili
Petelu, kami putuskan untuk kembali ke spot awal dekat pulau Maringkik untuk
mencari kembali GoPro yang jatuh tadi. Dengan bermodalkan perkiraan dan alat
snorkeling. Pencarian Gopro yang ukurannya 1:1.000.000.000 dengan laut yang luas
kemungkinan sangat kecil untuk kami menemukannya, yang paling diingat adalah insiden kaki
Kak Billi dan Nindi yang terkena bulu babi saat mencari Gopro, panik luar
biasa, itu keadaan yang mungkin bisa digambarkan saat itu. Nindi yang kakinya
keram langsung diangkat kembali ke perahu, untungnya ditengah laut masih ada
sinyal, kami langsung googling bagaimana pertolongan pertama untuk orang yang
terkena bulu babi. Ternyata pertolongan pertama untuk korban bulu babi adalah dengan menggunakan air kecing.
Perjuangan mencari GoPro ini luar
biasa, kakak-kakak semuanya turun untuk mencari GoPro. Kami yang perempuan hanya bisa
memberikan semangat dari perahu, antara pasrah GoPro itu hilang dan tidak,
sekitar satu jam lebih, disaat hampir menyerah tiba-tiba Kak Billi berteriak
dan berkata “KETEMU, GOPRONYA KETEMU!!!!” dan seketika euphorianya luar biasa,
AKHIRNYA WE FOUND THAT GOPRO, hahahahaha.
Setelah Berusaha dan bersusah payah
mencari GoPro, akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Gili Pasir. Gili pasir merupakan sebuah pulau kecil yang isinya hanya pasir. Apabila air surut akan muncul pulau kecil yg isinya hanya pasir. Disini kami makan
sore, makanan rumah seperti ikan bakar, udang dan kerupuk yang sudah disiapkan oleh
teman yang merupakan tour guide kami kali ini. Nikmatnya makan sore sambil menikmati pemandangan laut, dikelilingi oleh lautan biru di pulau pasir. Betapa nikmatnya
makan bersama teman-teman seperjuangan, apalagi setelah pencarian panjang
mencari GoPro. Semilir
angin pantai, pasir putih serta laut biru laut yang indah dipandang. Setelah
puas mengabadikan keindahan pulau pasir ini kami kembali dengan tenang,
walaupun tidak bisa mengabadikan keindahan bawah laut karena GoPro yang tadinya sempat hilang,
namun yang terpenting adalah GoPro sudah ditangan.
![]() |
| Bulu Babi yg harus diwaspadai |
| Nikmatnya makan siang di pulau pasir |
![]() |
| GoPro yg harus dicari di tengah laut yg LUAS |
NB : Terimakasih untuk Kak itoknya Windi beserta temannya yg sudah menjadi tour Guide kami.
ADVENTURE CORPS PURNA PRAJA NTB XXI, NEXT TRIP ??







