Wednesday, March 18, 2015

NTB XXI goes to treasure Gili, Mission : Find a Gopro


NTB XXI GOES TO TREASURE GILI
Mission : Find a GoPro


Mungkin perjalanan kali ini bisa dibilang perencanaan yang meleset, kenapa? Karena awalnya kami merencanakan untuk Rafting, tiba-tiba ada tawaran untuk trip snorkeling dan keliling Gili di Lombok Timur. Setelah banyak perdebatan dan ketidakjelasan, akhirnya WE FOUND A NEW WORLD.

Adventure corps Purna Praja NTB XXI

   Perjalanan dari Mataram ke Lombok Timur menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam. Dengan modal nekat, menerobos hujan kami pergi menggunakan sepeda Motor. Penyebrangan menuju Gili Petelu nantinya akan melewati Gili Rei, Gili Bembeq, Gili Pasir, Gili Kere, Pulau Maringkik dan Pantai Pink untuk mencari spot snorkeling dapat dilakukan melalui Tanjung Luar dengan biaya 500 ribu untuk satu perahu . 

 Sepanjang perjalanan kami menikmati pemandangan laut yang  luar biasa indahnya, laut biru, pulau-pulau dengan rumput pohon jagung dan pasir putih. Di tengah perjalanan kami juga melihat ada tiang-tiang listrik di tengah lautan. Pemandangan yang jarang bisa dilihat, ternyata memang sengaja ditimbun banyak pasir demi masuknya listrik ke desa Maringkik tersebut.

Perahu yg kami gunakan

 Tujuan pertama kami adalah Snorkling di tengah laut dekat Pulau Maringkik. Kata Pak Edi Nahkoda perahunya, kalau sore air laut di dekat pulau maringkik ini akan surut, kita bisa melihat pasir sebagai jalan penghubung ke pulau Maringkik. Setelah menemukan spot terbaik untuk snorkling, Pak Edi membagikan Pelampung dan alat snorkling untuk kami. Dan ini adalah awal permulaan kenapa judul cerita kali ini adalah FIND A GOPRO.

 Awalnya kami semua asik menikmati keindahan laut, terumbu karang, ikan-ikan kecil dll, niatnya memang akan mengabadikan keindahan bawah laut dengan GoPro, namun karena kesalahan teknis GoPro itu jatuh dan tiba-tiba hilang. Kepanikan dimulai, bukan hanya karena GoPro itu jatuh sehingga kami tidak bisa mengabadikan keindahan bawah laut, tapi GoPro itu hasil PINJAMAN !!!!. Hampir satu setengah jam kami menghabiskan waktu hanya untuk mencari GoPro di sekitaran pulau Maringkik. Akhirnya kami menenangan diri dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Gili petelu, rencananya kami akan kembali ke sekitaran Pulau Maringkik lagi, saat sore ketika airnya sudah surut untuk mencari GoPro itu lagi.

 Perjalanan menuju Gili Petelu dari pulau Maringkik sekitar 30 menit, dengan hati yang tidak tenang, kepikiran GoPro yang entah jatuhnya dimana. Sesampainya di Gili Petelu, pikiran tentang GoPro hilang sejenak. Pemandangan yang menyegarkan mata. Laut Gili Petelu ternyata menyimpan biota-biota laut yang cantik dan menakjubkan. Ada gerombolan karang berwarna hijau terang, bintang laut besar berwarna biru, ada juga Nemo dan beserta saudara-saudaranya. Gradasi warna birunya mengagumkan, air laut yang biru. Sekilas warna pasirnya terlihat seperti warna pink, dilihat dari dekat, banyak butiran-butiran pasir berwarna pink yang katanya berasal dari pecahan-pecahan karang. Kami menghabiskan waktu untuk berfoto dan makan siang. Seperti biasa, dengan modal nasi bungkus saja, kita bisa merasakan bagaimana nikmatnya makan ditengah laut.

Gili Petelu
  Setelah menghabiskan waktu di Gili Petelu, kami putuskan untuk kembali ke spot awal dekat pulau Maringkik untuk mencari kembali GoPro yang jatuh tadi. Dengan bermodalkan perkiraan dan alat snorkeling. Pencarian Gopro yang ukurannya 1:1.000.000.000 dengan laut yang luas kemungkinan sangat kecil untuk kami menemukannya, yang paling diingat adalah insiden kaki Kak Billi dan Nindi yang terkena bulu babi saat mencari Gopro, panik luar biasa, itu keadaan yang mungkin bisa digambarkan saat itu. Nindi yang kakinya keram langsung diangkat kembali ke perahu, untungnya ditengah laut masih ada sinyal, kami langsung googling bagaimana pertolongan pertama untuk orang yang terkena bulu babi. Ternyata pertolongan pertama untuk korban bulu babi adalah dengan menggunakan air kecing.

  Perjuangan mencari GoPro ini luar biasa, kakak-kakak semuanya turun untuk mencari GoPro. Kami yang perempuan hanya bisa memberikan semangat dari perahu, antara pasrah GoPro itu hilang dan tidak, sekitar satu jam lebih, disaat hampir menyerah tiba-tiba Kak Billi berteriak dan berkata “KETEMU, GOPRONYA KETEMU!!!!” dan seketika euphorianya luar biasa, AKHIRNYA WE FOUND THAT GOPRO, hahahahaha.

 Setelah Berusaha dan bersusah payah mencari GoPro, akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Gili Pasir. Gili pasir merupakan sebuah pulau kecil yang isinya hanya pasir. Apabila air surut akan muncul pulau kecil yg isinya hanya pasir. Disini kami makan sore, makanan rumah seperti ikan bakar, udang dan kerupuk yang sudah disiapkan oleh teman yang merupakan tour guide kami kali ini. Nikmatnya makan sore sambil menikmati pemandangan laut, dikelilingi oleh lautan biru di pulau pasir. Betapa nikmatnya makan bersama teman-teman seperjuangan, apalagi setelah pencarian panjang mencari GoPro. Semilir angin pantai, pasir putih serta laut biru laut yang indah dipandang. Setelah puas mengabadikan keindahan pulau pasir ini kami kembali dengan tenang, walaupun tidak bisa mengabadikan keindahan bawah laut karena GoPro yang tadinya sempat hilang, namun yang terpenting adalah GoPro sudah ditangan.

Bulu Babi yg harus diwaspadai
Nikmatnya makan siang di pulau pasir

GoPro yg harus dicari di tengah laut yg LUAS


NB : Terimakasih untuk Kak itoknya Windi beserta temannya yg sudah menjadi tour Guide kami.
        ADVENTURE CORPS PURNA PRAJA NTB XXI, NEXT TRIP ??






   

No comments:

Post a Comment

Hello Seoul !!!!!

Hello Seoul !!!!  Assalamualaikum, mari saya ceritakan tentang sebuah ketidakmungkinan yang menjadi mungkin . Bagaimana perjalanan ...